Monday, July 26, 2010

Sesaat di Grand Palace dan Malam Pertama di Phuket (10/07/09)

Waktu kami tidak banyak. Pukul 7 kami sudah keluar penginapan, dengan barang tetap ditinggal, mencari sarapan, lalu akan melaju ke Grand Palace, puluhan kuil Buddhist yang mewah dan berada di satu kompleks dengan kediaman raja. Dengan kondisi pukul 1 siang kami harus ke Suvarnabhumi untuk terbang ke Phuket pukul 14.40.
Catatan: tidak ada perbedaan jam antara Bangkok dan Jakarta (sama-sama GMT+7).

Kami sarapan bubur ayam di depan gang letak Amarin Inn. Kami yakin tidak ada pork karena semalam kami lihat penjualnya berjilbab yang berarti juga muslim. Harganya 25 THB. Porsi bubur 1 mangkuk lumayan banyak.. sehingga aku memakannya berdua dengan temanku. Racikannya diberi telur mentah, daun seledri, daun mint, suwiran ayam, dan jahe. Kita tentunya tidak suka jahe di dalam bubur ayam.. (happy)

Walau Thailand khas dengan Tuk-Tuknya, tapi selama kami di Thailand, kami tidak naik Tuk-Tuk. Toh Bajaj di Indonesia juga serupa dengan Tuk-Tuk (winking)

Setelah selesai sarapan, kita berjalan ke sebelah kiri, mendekati benteng yang kuceritakan tadi malam. Kami menyeberang jalan ke arah benteng itu, lalu melalui jalan setapak menuju Pra Athit Pier (Pier - Pelabuhan). Nomor pelabuhannya N9.
Catatan: Jangan terkecoh dengan pembelian tiket di Pier, karena biasanya yang seperti itu adalah untuk kapal touring. Sedangkan untuk kapal umum, kita bisa bayar di atas kapal 14 THB sekali perjalanan (jadi ke pelabuhan manapun, tetap seharga itu). Tenang... ada kernetnya kok (big grin)

Oya, kita menuju N13 yaitu Chang Pier. Sebenarnya bisa juga di N14, yaitu Thien Pier. Tapi Thien Pier akan lebih dekat ke Wat Pho (yang terkenal dengan patung raksasa Buddha tidurnya), sedangkan Chang Pier lebih dekat ke Grand Palace. Kami akan ke Wat Pho setelah dari Grand Palace jika sempat.
















Begitu kami di atas kapal, aku agak salut, karena walau Sungai Chao Praya ini kecoklatan karena sedikit bercampur lumpur dan tanah, tapi tidak ada sampah. Kalaupun ada, yah kecil sekali jumlahnya. Jadi transportasi sungai pun dapat berjalan optimal.. (thumbs up)



Sesampai di Chang Pier, kita berjalan kaki sedikit ke Grand Palace. Gambar di samping adalah jalan menyusuri Grand Palace setelah kami menyeberang dari Chang Pier (di setiap Pier ada semacam pasar, cukup keluar dari pasar ke arah jalan besar). Waktu itu pukul 8.00. Panasnya udara bukan main... Bahkan semalam pun udara panas dan pengap. Jam bukanya 8.30 AM. Tapi saat itu baru dibuka pukul 9.00.
Catatan: jangan pakai celana/rok pendek, kecuali Anda mau disuruh tunggu di luar alias ga boleh masuk (big grin) Kalau mau, sebaiknya dibalut dengan kain. Di sekitar Grand Palace ada yang menyewakan kain (kalau kita tidak bawa kain) tapi yah merogoh kocek sekitar 30-50 THB

Loket tiket tidak ada di depan gerbang, melainkan di dalam. Beberapa meter berjalan ke dalam, baru deh ada loket tiket.. Harga tiketnya 350 THB untuk bisa masuk area kompleks Grand Palace. Yang masuk cuma aku, dan 2 teman kuliahku dulu. Kukira tiket itu termasuk untuk ke Wat Pho dan Wat Arun (yang tidak sekompleks), ternyata terpisah.

Di dalam, ada miniatur Angkor Wat yang ada di Kamboja. Dan banyak kuil-kuil berdiri megah (yang kami rasa) diselimuti cairan emas yang memukau mata.. Bukan main... mereka benar-benar serius menggarap kuil-kuil itu. Apa kita di Indonesia benar-benar menggarap mushalla atau mesjid dengan serius?! (thinking)

Di dalam kompleks ada Emerald Buddha yang menjadi pusat tempat ibadah sepertinya. Sayangnya kita tidak boleh ambil foto Emerald Buddha di dalam, karena mungkin akan mengganggu pengunjung yang sedang beribadah.

Nah.. Berikut foto dari Grand Palace itu sendiri. Karena sebenarnya bangunan ini inti dari kompleks puluhan kuil tersebut.

Kita tidak lama berada di dalam. Begitu puas mengambil gambar dan mengagumi puluhan kuil megah itu, kita keluar menjumpai 3 kawan seperjalanan kita yang tidak minat masuk ke Grand Palace. Mereka menunggu di luar kepanasan. Kasian juga.. (happy)




Kemudian, kita berjalan ke arah Wat Pho yang masih terjangkau dari Chang Pier.. Tiba-tiba ada supir Tuk Tuk yang bilang Wat Pho sedang tutup karena hari besar Buddhist, sehingga dipakai ibadah sampai jam 1 siang. Sedangkan kita jam 1 siang akan ke bandara. Yah, saat itu kita percaya saja.. Kita bilang, ya sudahlah lain kali saja ke Wat Pho. Namun si supir Tuk Tuk malah seakan memaksa kita untuk jalan-jalan dengan Tuk Tuknya dulu sampai Wat Pho dibuka untuk umum. Ya temanku menegaskan kalau kita mau terbang jam 1 siang. Sampai di kali selanjutnya kita ke Wat Pho, ah.. nanti saja kuceritakan di post selanjutnya sekembalinya dari Phuket yah.. (winking) mengenai kenapa si supir Tuk Tuk itu memaksa banget kita untuk naik Tuk Tuknya.. dan hari besar Buddhist apa yang membuat Wat Pho tutup ?!

Nah, karena kami semua percaya Wat Pho tutup, kita makan siang sebentar (makan Martabak lagi bo... 30 THB) lalu beranjak naik kapal balik ke Pra Athit Pier menuju Amarin Inn, mengambil barang-barang kita, lalu berangkat ke bandara Suvarnabhumi. Karena kita sulit menemukan taksi yang seperti mini van lagi, maka kita naik 2 taksi dengan kesepakatan 1 taksi 400 THB (berikut uang tol yang sekitar 50 THB). Sepertinya 2 supir taksi ini berusaha mengakali kita, karena kalau dengan argo dan uang tol, mungkin hanya habis 370-380 THB. Jadi mereka tidak menyalakan argo. Ketika di dalam taksi, kita coba mengobrol bahwa mungkin saja jika dengan argo, harganya bisa lebih murah. Entah si supir mengerti atau ia merasa ada supir taksi yang menyadari bahwa taksi kita argonya mati, ia langsung menyalakan argo. Dan kita terbengong-bengong (surprise) takutnya si supir tersinggung kita bicara mengenai argo akal-akalannya.. Yah.. yang penting sampai bandara deh.. (big grin)
Catatan: sebaiknya waktu dapat taksi mini van di bandara, segera pesan untuk keberangkatan selanjutnya, sehingga tidak susah cari taksi mini van.

Kami bersiap untuk terbang ke Phuket... Dari atas pesawat, bagus sekali pemandangan Phuket itu...


Sesampainya di Phuket, ternyata temanku sudah menyewa mobil (semacam tour car, infonya didapat dari Kaskus (big grin)) yang bisa mengantar jemput kita dari/ke hotel ke/dari tempat wisata. Cuma penyewaannya tanggal 9 Juli dan 11 Juli. Karena tanggal 10 Juli nya, seharian penuh kita akan pakai agen tour untuk island tour dan nonton Fantasea. Jadi diantar jemputnya oleh agen tour. Kali ini dengan tour car yang drivernya Mr. Pong. Nomor teleponnya 085-7876085. Biaya sewanya 1,700 THB. Yang di foto itu satu temanku, bukan si Mr. Pong (laughing)

Sebelum kita diajak jalan-jalan, kita diantar ke agen tour untuk island tour besok. Sekalian beli tiket di agen tour itu untuk nonton Fantasea. Di agen tour, kita ditawarkan 2 pilihan; Phi Phi Island Tour atau James Bond Island Tour. Katanya kebanyakan orang Asia suka dengan James Bond Island Tour. Tapi jika kita ambil James Bond Island Tour, no snorkling, no swimming! Walaupun yang niat snorkling dari kita berenam cuma Shinta, tapi kita juga merasa ga puas kalau cuma James Bond Island. Kalau kita ambil Phi Phi Island, bukan cuma 1 pulau, tapi 3 pulau yang akan disinggahi dan juga kita akan singgah di beberapa spot. So... kita putuskan ambil Phi Phi Island Tour. Biayanya awalnya dikenakan 2,000 THB. Tapi setelah tawar menawar yang alot, deal dengan 1,600 THB, tapi juga dengan kondisi kita ber-6 semua ikut dan kita juga beli tiket Fantasea (semacam pentas sendratari drama) di agen itu juga..

Tiket Fantasea dikenakan 1,800 THB dan itu hardsell, karena langsung dari dinas penyelenggara Fantaseanya sendiri. 1,600 THB itu termasuk kapal speed boat menampung sekitar 20 orang (padahal nyatanya 40 orang lebih..), makan siang, dan peralatan snorkling kecuali fin. Kalau fin, harus sewa lagi sekitar 40 THB (CMIIW).
Catatan: transaksi dengan credit card di Thailand ada tax 30%. Buat yang mau hemat, mending sedia cash. Tapi buat yang ga mau repot, siap-siap dengan tagihan tambahan itu ya.. (big grin)

Setelah dari agent tour, kita diantar jalan ke View Point oleh Pak Pong, dilanjutkan makan malam, baru nanti diantar ke hotel Sugar Palm Beach Resort. Ke View Point dari bandara Phuket sekitar 2 jam. Dari tempat parkir, kita jalan sekitar 2 menit kali yah.. ke View Point. View Point sebenarnya seperti tempat di mana kita bisa melihat sunset di Phuket. Padahal hari agak mendung, tapi viewnya teteup aduhai.. (happy)

Dan setelah kita puas melihat-lihat di View Point, kita diantar untuk makan malam di restoran seafood. Aku lupa namanya apa, tapi Pak Pong ini yang mengantar kita. Kita pesan cumi, ikan, udang, nasi, sayur, dan minum, sehingga menghabiskan 2,525 THB wow... (whew!) Setelah itu, kita berbincang-bincang sedikit dengan Pak Pong. Di post pertama aku pernah takjub dengan Tom Yam yang manis. Seharusnya Tom Yam asli Thailand rasanya asam menyegarkan. Dan Pak Pong bilang, itu karena sudah terpengaruh dengan taste Singapore, jadi terasa manis.. Lain halnya jika di Phuket, Tom Yam akan terasa asli asam (seperti seharusnya..)

Dan... tiba waktunya kita beristirahat di hotel Sugar Palm Beach Resort. Temanku pesan 3 kamar double, dan menghabiskan 1,891,049 IDR yang dibagi 6 menjadi @315,075 IDR, ditambah kejutan lagi, kamar kita di-upgrade jadi kamar deluxe.. (dancing) Yah, rejeki ga kemana-mana.. Ini foto di siang hari keesokan harinya.. Selanjutnya, kita akan mengarungi lautan.. (smug)

Sunday, July 25, 2010

Diawali dari Bangkok (10/07/08)

Menulis dalam bahasa Inggris seperti mematok jalan pikiran hanya cukup dengan keterbatasan kosa kata yang ada. Jadi... aku coba mulai sekarang menulis catatan perjalanan dengan bahasaku, yang kucinta (big grin)
Baik.. ini dimulai dari tahun lalu, ketika salah seorang teman yang juga suka travel menemukan bahwa ada promo Air Asia ke Bangkok dan Phuket. Malam itu, kebetulan kami sama-sama sedang online. Dia menawarkan, dan aku pun senang menerimanya. Jadilah di-book tiket perjalanan ke Bangkok yang akan berjalan tanggal 8-13 Juli 2010, di tengahnya tanggal 9-11 Juli 2010 kita akan berada di Phuket dengan penerbangan dari Bangkok. Tiket PP Jakarta-Bangkok sekitar 698.000 IDR. Sedangkan Tiket PP Bangkok-Phuket sekitar 598 THB.

Menjelang keberangkatan ke Bangkok, aku benar-benar harus ekstra hati-hati agar jatah cutiku lebih dari 3 hari. Karena akan dibutuhkan 3 hari cuti untuk perjalanan ini. Belum lagi akan ada instalasi yang kukira akan dilaksanakan tanggal 11 Juli. Kalau instalasi ini jadi dilakukan, maka aku terancamtidak bisa ikut. Belum lagi masalah passportku yang ribet diperpanjang. Diperpanjang sebelum 6 bulan, ga boleh.. dan diperpanjang kurang dari 6 bulan menjelang expired tapi butuh cepat, digetok.. Dan alhamdullillah passport selesai walau dengan biaya lumayan, serta instalasi ga jadi dilakukan tanggal 11 Juli (dancing) Seminggu sebelumnya, aku ijin ke bos dulu, bahwa aku ada perjalanan tanggal tersebut, tanpa menyebut tujuannya (hee hee) bukan karena takut dititipkan sesuatu, tapi takut dielu-elukan.. toh sebelumnya aku belum pernah dapat training atau trip dari kantor keluar negeri. Mungkin akan jadi buah bibir kalau seorang staf sepertiku melakukan trip dengan uang sendiri keluar negeri, kecuali orang kaya (laughing) sedangkan aku orang miskin yang kebetulan ada rejeki dan merasa menjejak kaki di belahan bumi lain adalah anugerahNya yang sangat berharga.. (happy)

Dengan beberapa catatan dan perkiraan budget yang kutakar dari rekapan informasi di milis, maka kubeli beberapa receh Bath sebanyak 5000 THB dengan kurs 1 THB 294 IDR. Mungkin agak nekad, karena perkiraanku sendiri uang yang habis akan senilai 6,800 THB (tongue)
Aku masuk kerja setengah hari di tanggal 8, kemudian bertemu teman seperjalananku (yang juga teman kuliahku dulu) di halte Polda untuk naik bus DAMRI menuju Bandara Soekarno Hatta. Boarding 16.20 jadi kami berusaha jam 1 siang sudah naik bus. Ongkosnya 20,000 IDR. Sampai di bandara terminal 2D (Air Asia Internasional), kita berangkat ber-6; aku, temanku Shinta dan Maya, dan 2 orang teman Shinta (Mbak Lina, Mbak Hanna, dan suaminya Mbak Hanna ikut).
Catatan: jangan lupa bawa print out e-ticket, passport, dan NPWP untuk bebas fiskal. Dan usahakan tidak membawa cairan atau liquid > 100 ml, kecuali Anda rela meninggalkannya di bandara (winking)

Perjalanannya mulus, walau tadinya aku agak ragu dengan Air Asia karena rumor buruk tentangnya... Dan sampailah kami di Suvarnabhumi Airport pukul 19.45 lewat dikit. Ternyata perjalanan memakan waktu 3 jam. Kukira cuma 1 jam..
Catatan: Sesampai di bandara, setelah lewat imigrasi (dengan petugas imigrasinya yang agak aneh, bicara sendirian.. (confused) yang kukira bicara denganku), jangan lupa hunting peta yang representatif. Buat Anda yang ikut tour, mungkin ga usa mengkuatirkan peta. Tapi buat para backpacker, peta seperti petunjuk arah yang bisa menjawab banyak pertanyaan kita (winking)

Kemudian, kita cari taksi yang bisa menampung 6 orang. Ternyata ada taksi semacam mini van, jadi cukup untuk kita ber-6. Taksi warna kuning-hijau dengan biaya 700 THB, tidak pakai argo. Kalau taksi ber-3 penumpang dan pakai argo, bisa sekitar 400 THB. Kita kemudian menuju Amarin Inn yang terletak di daerah Banglumpu. Jalan ke Amarin Inn masuk ke gang, jadi serasa anak kost (laughing) Biaya 1 malam 800 THB. Aku dan 1 temanku sekamar, jadi aku cuma menghabiskan @400 THB. Oya, no breakfast.

Setelah kami taruh barang, kami cari makan keluar. Saatnya makan malam.. Susah-susah gampang cari makanan halal. Kami menyusuri jalan ke arah kiri, mendekati semacam benteng atau bangunan (gambarnya nanti ku-post di postingan selanjutnya), lalu akhirnya kita temukan rumah makan India muslim (drooling)
3 dari kami makan makanan Cina, dan kami bertiga yang muslim makan di sini.. Yang kami pesan 3 nasi putih, chicken soup, tom yam, dan martabak, 2 air mineral, 1 Coke. Cuma menghabiskan 175 THB. Murah meriah!!! (dancing) Anehnya, kok Tom Yam nya manis, sedangkan soup ayamnya asem (seperti sayur asem).. Ga terbalik?! (thinking)Nanti ada jawabannya di post selanjutnya ketika di Phuket..
Setelah kenyang, kita istirahat. Karena besok pagi kita mulai perjalanan sebenarnya.. Diawali dari Grand Palace. Dan sekitar jam 1 siang, kami akan terbang ke Phuket.