Wednesday, November 6, 2013
Wednesday, October 2, 2013
Kuliner di Food Street (13/10/02)
Sampailah kita di hari ke-3... Hari ini kami berencana mau ke Jl. Alor yang terkenal sebagai Food Street. Temanku Dini menyarankan kami untuk mencoba makan di Kampung Baru. Di sana banyak makanan asli Malaysia dan juga ada beberapa tempat makanan Indonesia. Karena melihat antusiasme temanku ini yang lumayan tinggi, umm.. sepertinya rasa makanannya akan enak nih.. hehehe 
Catatan: Untuk menuju ke Kampung Baru, ya cuma perlu ke stasiun Kampung Baru 
Setelah sampai di stasiun Kampung Baru, kami belok kanan dan mengikuti jalan (petunjuk dari Bu Dini
). Sepanjang jalan, banyak sekali tempat makan.
Catatan: Restoran di Kampung Baru yang recomendded? Suraya Seafood! Tempat makan ini sebenarnya bercita-rasa Thailand yang diolah orang Malaysia yang tinggal di perbatasan Malaysia-Thailand.
Di seberang Suraya Restaurant juga ada restaurant seafood. Tapi Suraya sendiri cukup ramai, jadi kami rasa ini resto yang paling enak.. xixi
Catatan: Restoran di Kampung Baru yang recomendded? Suraya Seafood! Tempat makan ini sebenarnya bercita-rasa Thailand yang diolah orang Malaysia yang tinggal di perbatasan Malaysia-Thailand.
Di seberang Suraya Restaurant juga ada restaurant seafood. Tapi Suraya sendiri cukup ramai, jadi kami rasa ini resto yang paling enak.. xixi
Kami mencoba berjalan sepanjang Kampung Baru sebentar. Sepanjang jalan ada juga lho restoran makanan Indonesia, seperti pecel lele, soto, dan lainnya. Setelah itu, baru kami singgah ke Suraya. Umm.. cari tempat duduk dulu, lalu bingung
ini mana yang ngasi menu..? 
Aku sambil mengontak temanku, apa recomendded menu di Suraya.. Ternyata, yang terkenal di sini: Kerang Bakarrr... 
Catatan: Makanan lain yang direkomendasikan temenku di Suraya: Kerabu Campur, Mie Celup, Pulut Mangga, Nasi Kerabu Biru.
Harga: Karena kami mau jajan lagi di Jl. Alor yang terkenal banyak jajanan, kami cukup pesan Kerang Bakar (teteuupp..
, Udang Halia (Halia itu jahe boo..), Sarip Limau (sirup coco pandan + limau), dan teh O (teh manis). Habis berapa? Cuma RM 13.8 
Saat kami makan, ternyata temanku Dini sedang meluncur ke Suraya menyusul kami... Setelah itu, kami beranjak ke Jl. Alor. Dini menyarankan lewat Bukit Bintang, terutama melalui Pavilion-nya. Wuiihhh..
Catatan: Dari Kampung Baru ke Jl. Alor, kami naik LRT dulu dari stasiun Kampung Baru ke KLCC, lalu naik shuttle GoKL yang gratis dari KLCC ke Bukit Bintang. GoKL juga ada dari Central Market. Dari Bukit Bintang, kami berjalan kaki ke Pavilion dan tembus ke Jl. Alor. Ohya.. melewati Restaurant Ipin Upin juga lho.. lucu tempatnya 
Di Jl. Alor, mirip seperti di Petaling, banyak lampion-lampion sepanjang jalan seperti china town. Di Jl. Alor ini pun ada toko seperti supermarket oleh-oleh untuk cokelat, manisan, teh tarik sachet, dan lainnya
Pak Iku denger-denger, ada durian yang enak di Jl. Alor ini, jenisnya Musang King atau Kunyit Kuning kalau ga salah.. Kami cari-cari, akhirnya ketemu.. Umm.. kalau boleh jujur, aku lebih suka durian di Phuket, gurih dan ga basah/terlalu lembek 
Jajanan lainnya, kami makan sea food Steam Boat. Apa itu? Hehe.. itu semacam penjual makanan seafood di mobil pickup. Seafoodnya dijadikan seperti sate yang nanti kita rebus sendiri. Nyam nyamm... 
Setelah puas, kami beranjak pulang.. Umm.. kali ini, kami naik Monorail, baru nanti transit dan naik LRT. Cara beli tiketnya? Sama kok dengan naik LRT
Monorail hanya digunakan untuk transit ke stasiun terdekat.
Hmmm.. well.. itulah wisata kuliner kami dalam 2 hari. Besok kami mau nyari oleh-oleh di Central Market. Jangan lupa untuk menawar nanti yah.. 
Harga: di Central Market juga ada KFC, untuk makan murah meriah
Harga paper stand bisa ditawar sampai RM120 untuk 21 buah, wallet set (dompet dari yang kecil sampai besar sebanyak 5 buah) bisa smapai RM40 untuk 7 buah. Semoga bisa dapet harga yang lebih baik yah 
Labels:
Kuala Lumpur (KL)
Tuesday, October 1, 2013
Twin Tower (13/10/01)
Pagi hari, saatnya kami menjalani kegiatan training dulu. Dan sorenya, saatnya menjelajah..
Tak lupa saya menghubungi teman saya yang kebetulan kerja di KL. Saat ditanya tujuan pertama, of course Petronas.... Karena menurutku, itu yang paling gampang dijangkau untuk hari pertama, dimana kami belum tahu medan yang kami hadapi.. hehe...
Kami bertanya-tanya, stasiun kereta yang paling dekat dari hotel kami dimana, dan stasiun itu adalah.. stasiun kereta Miharja. Ingat! Bukan Jaja Miharja lhow.. 
Harga: biaya dari stasiun Miharja - KLCC adalah RM 3.3. Pembelian tiket bisa dengan uang kertas atau uang logam. Tiketnya semacam logam plastik warna biru. Logam tersebut nanti ditempelkan (tap) saja ke gate untuk masuk peron. Saat di stasiun tujuan, baru dimasukkan ke gate untuk keluar peron.
Sorenya, kami menuju stasiun Miharja untuk mengarah ke KLCC. Kami harus transit di stasiun Masjid Jamek.
Catatan: Dengar dari teman training yang asli Malay, di Masjid Jamek ada banyak barang-barang semacam mukena, sajadah, dan semacamnya yang murah meriah 
Dari Masjid Jamek, kami langsung ke KLCC. Kan cuma transit.. Jadi ga mampir..
dan tak perlu keluar stasiun..
Sesampainya di KLCC, kami sempat bingung, ini keluarnya di mana ya..?! Berbekal Google Map atau peta, akhirnya ketemu juga.. Bangunan Petronas tidak sulit ditemukan. Ukurannya yang besar dan tinggi membuatnya mudah dilihat.
Aku, sembari menunggu temanku untuk bertemu di Petronas
, mencari-cari spot untuk mengambil foto agar bisa memfoto Petronas sampaiiii ke ujungnya. Di sana disediakan tempat berfoto untuk wisatawan 
Aku, sembari menunggu temanku untuk bertemu di Petronas
Catatan: Petronas akan terang sekali di waktu malam. Jadi tunggulah sampai sekitar jam 7 malam 
Karena kami mulai lapar menunggu gelap datang, kami mencari makan ke dalam gedung Petronas. Mirip-mirip gedung BEI di Jakarta nih.. 2 gedung kembar yang terhubung, hehe
Ternyata di dalam Petronas seperti mall. Ada KFC dan Wendy's juga... 
Sekitar jam 7 kurang, kami bergegas keluar gedung Petronas. Gedungnya sudah mulai terang benderang.. Dan akhirnya ketemu temenku..
Dia alhamdullillah mau nemenin kami jalan-jalan.. thanks Bu Din 
Tujuan selanjutnya, Petaling Street!
Catatan: Jalan ini terkenal dengan jajanan dan barang-barang yang KW (katanya..) Jadi yang suka belanja, boleh lah mampir ke sini 
Untuk ke Petaling Street, cukup mengarah ke stasiun Pasar Seni dengan LRT. Setelah itu, tinggal jalan kaki.. Pakai peta ya.. Kalau tidak, agak bingung. Karena sekitar 1-2 km jalan kaki 
Begitu keluar dari stasiun Pasar Seni, sebenarnya kita akan dekat sekali dengan Central Market.
Pusatnya oleh-oleh dan barang-barang kerajinan. Sebelahnya ada Kasturi Walk, yang menjual barang oleh-oleh juga, namun tempatnya terbuka. Tapi, karena kami bertujuan ke Petaling, maka kami hanya melewati dan mampir bentar ke Central Market. Cokelat Berryl's ada yang RM11 untuk 3 kotak
Pusatnya oleh-oleh dan barang-barang kerajinan. Sebelahnya ada Kasturi Walk, yang menjual barang oleh-oleh juga, namun tempatnya terbuka. Tapi, karena kami bertujuan ke Petaling, maka kami hanya melewati dan mampir bentar ke Central Market. Cokelat Berryl's ada yang RM11 untuk 3 kotak
Di Petaling Street, kami coba jajanan Air Mata Kucing dan Lekor. Air Mata Kucing seperti liang teh, dan ada agar-agar sarang burungnya. Lekor itu.. seperti otak-otak goreng di Jakarta, jajanan-nya semasa SD
Banyak gorengan di sana.. 
Setelah puas melihat Petaling dan sebentar di Central Market, saatnya pulang. Kami menuju stasiun Miharja lagi.. Dan insyaAllah besok masih jalan-jalan 
Subscribe to:
Posts (Atom)







