Pagi hari, saatnya kami menjalani kegiatan training dulu. Dan sorenya, saatnya menjelajah..
Tak lupa saya menghubungi teman saya yang kebetulan kerja di KL. Saat ditanya tujuan pertama, of course Petronas.... Karena menurutku, itu yang paling gampang dijangkau untuk hari pertama, dimana kami belum tahu medan yang kami hadapi.. hehe...
Kami bertanya-tanya, stasiun kereta yang paling dekat dari hotel kami dimana, dan stasiun itu adalah.. stasiun kereta Miharja. Ingat! Bukan Jaja Miharja lhow.. 
Harga: biaya dari stasiun Miharja - KLCC adalah RM 3.3. Pembelian tiket bisa dengan uang kertas atau uang logam. Tiketnya semacam logam plastik warna biru. Logam tersebut nanti ditempelkan (tap) saja ke gate untuk masuk peron. Saat di stasiun tujuan, baru dimasukkan ke gate untuk keluar peron.
Sorenya, kami menuju stasiun Miharja untuk mengarah ke KLCC. Kami harus transit di stasiun Masjid Jamek.
Catatan: Dengar dari teman training yang asli Malay, di Masjid Jamek ada banyak barang-barang semacam mukena, sajadah, dan semacamnya yang murah meriah 
Dari Masjid Jamek, kami langsung ke KLCC. Kan cuma transit.. Jadi ga mampir..
dan tak perlu keluar stasiun..
Sesampainya di KLCC, kami sempat bingung, ini keluarnya di mana ya..?! Berbekal Google Map atau peta, akhirnya ketemu juga.. Bangunan Petronas tidak sulit ditemukan. Ukurannya yang besar dan tinggi membuatnya mudah dilihat.
Aku, sembari menunggu temanku untuk bertemu di Petronas
, mencari-cari spot untuk mengambil foto agar bisa memfoto Petronas sampaiiii ke ujungnya. Di sana disediakan tempat berfoto untuk wisatawan 
Aku, sembari menunggu temanku untuk bertemu di Petronas
Catatan: Petronas akan terang sekali di waktu malam. Jadi tunggulah sampai sekitar jam 7 malam 
Karena kami mulai lapar menunggu gelap datang, kami mencari makan ke dalam gedung Petronas. Mirip-mirip gedung BEI di Jakarta nih.. 2 gedung kembar yang terhubung, hehe
Ternyata di dalam Petronas seperti mall. Ada KFC dan Wendy's juga... 
Sekitar jam 7 kurang, kami bergegas keluar gedung Petronas. Gedungnya sudah mulai terang benderang.. Dan akhirnya ketemu temenku..
Dia alhamdullillah mau nemenin kami jalan-jalan.. thanks Bu Din 
Tujuan selanjutnya, Petaling Street!
Catatan: Jalan ini terkenal dengan jajanan dan barang-barang yang KW (katanya..) Jadi yang suka belanja, boleh lah mampir ke sini 
Untuk ke Petaling Street, cukup mengarah ke stasiun Pasar Seni dengan LRT. Setelah itu, tinggal jalan kaki.. Pakai peta ya.. Kalau tidak, agak bingung. Karena sekitar 1-2 km jalan kaki 
Begitu keluar dari stasiun Pasar Seni, sebenarnya kita akan dekat sekali dengan Central Market.
Pusatnya oleh-oleh dan barang-barang kerajinan. Sebelahnya ada Kasturi Walk, yang menjual barang oleh-oleh juga, namun tempatnya terbuka. Tapi, karena kami bertujuan ke Petaling, maka kami hanya melewati dan mampir bentar ke Central Market. Cokelat Berryl's ada yang RM11 untuk 3 kotak
Pusatnya oleh-oleh dan barang-barang kerajinan. Sebelahnya ada Kasturi Walk, yang menjual barang oleh-oleh juga, namun tempatnya terbuka. Tapi, karena kami bertujuan ke Petaling, maka kami hanya melewati dan mampir bentar ke Central Market. Cokelat Berryl's ada yang RM11 untuk 3 kotak
Di Petaling Street, kami coba jajanan Air Mata Kucing dan Lekor. Air Mata Kucing seperti liang teh, dan ada agar-agar sarang burungnya. Lekor itu.. seperti otak-otak goreng di Jakarta, jajanan-nya semasa SD
Banyak gorengan di sana.. 
Setelah puas melihat Petaling dan sebentar di Central Market, saatnya pulang. Kami menuju stasiun Miharja lagi.. Dan insyaAllah besok masih jalan-jalan 





No comments:
Post a Comment