Menulis dalam bahasa Inggris seperti mematok jalan pikiran hanya cukup dengan keterbatasan kosa kata yang ada. Jadi... aku coba mulai sekarang menulis catatan perjalanan dengan bahasaku, yang kucinta 
Baik.. ini dimulai dari tahun lalu, ketika salah seorang teman yang juga suka travel menemukan bahwa ada promo Air Asia ke Bangkok dan Phuket. Malam itu, kebetulan kami sama-sama sedang online. Dia menawarkan, dan aku pun senang menerimanya. Jadilah di-book tiket perjalanan ke Bangkok yang akan berjalan tanggal 8-13 Juli 2010, di tengahnya tanggal 9-11 Juli 2010 kita akan berada di Phuket dengan penerbangan dari Bangkok. Tiket PP Jakarta-Bangkok sekitar 698.000 IDR. Sedangkan Tiket PP Bangkok-Phuket sekitar 598 THB.
Menjelang keberangkatan ke Bangkok, aku benar-benar harus ekstra hati-hati agar jatah cutiku lebih dari 3 hari. Karena akan dibutuhkan 3 hari cuti untuk perjalanan ini. Belum lagi akan ada instalasi yang kukira akan dilaksanakan tanggal 11 Juli. Kalau instalasi ini jadi dilakukan, maka aku terancamtidak bisa ikut. Belum lagi masalah passportku yang ribet diperpanjang. Diperpanjang sebelum 6 bulan, ga boleh.. dan diperpanjang kurang dari 6 bulan menjelang expired tapi butuh cepat, digetok.. Dan alhamdullillah passport selesai walau dengan biaya lumayan, serta instalasi ga jadi dilakukan tanggal 11 Juli
Seminggu sebelumnya, aku ijin ke bos dulu, bahwa aku ada perjalanan tanggal tersebut, tanpa menyebut tujuannya
bukan karena takut dititipkan sesuatu, tapi takut dielu-elukan.. toh sebelumnya aku belum pernah dapat training atau trip dari kantor keluar negeri. Mungkin akan jadi buah bibir kalau seorang staf sepertiku melakukan trip dengan uang sendiri keluar negeri, kecuali orang kaya
sedangkan aku orang miskin yang kebetulan ada rejeki dan merasa menjejak kaki di belahan bumi lain adalah anugerahNya yang sangat berharga.. 
Dengan beberapa catatan dan perkiraan budget yang kutakar dari rekapan informasi di milis, maka kubeli beberapa receh Bath sebanyak 5000 THB dengan kurs 1 THB 294 IDR. Mungkin agak nekad, karena perkiraanku sendiri uang yang habis akan senilai 6,800 THB
Aku masuk kerja setengah hari di tanggal 8, kemudian bertemu teman seperjalananku (yang juga teman kuliahku dulu) di halte Polda untuk naik bus DAMRI menuju Bandara Soekarno Hatta. Boarding 16.20 jadi kami berusaha jam 1 siang sudah naik bus. Ongkosnya 20,000 IDR. Sampai di bandara terminal 2D (Air Asia Internasional), kita berangkat ber-6; aku, temanku Shinta dan Maya, dan 2 orang teman Shinta (Mbak Lina, Mbak Hanna, dan suaminya Mbak Hanna ikut).
Catatan: jangan lupa bawa print out e-ticket, passport, dan NPWP untuk bebas fiskal. Dan usahakan tidak membawa cairan atau liquid > 100 ml, kecuali Anda rela meninggalkannya di bandara
Perjalanannya mulus, walau tadinya aku agak ragu dengan Air Asia karena rumor buruk tentangnya... Dan sampailah kami di Suvarnabhumi Airport pukul 19.45 lewat dikit. Ternyata perjalanan memakan waktu 3 jam. Kukira cuma 1 jam..
Catatan: Sesampai di bandara, setelah lewat imigrasi (dengan petugas imigrasinya yang agak aneh, bicara sendirian..
yang kukira bicara denganku), jangan lupa hunting peta yang representatif. Buat Anda yang ikut tour, mungkin ga usa mengkuatirkan peta. Tapi buat para backpacker, peta seperti petunjuk arah yang bisa menjawab banyak pertanyaan kita 
Kemudian, kita cari taksi yang bisa menampung 6 orang. Ternyata ada taksi semacam mini van, jadi cukup untuk kita ber-6. Taksi warna kuning-hijau dengan biaya 700 THB, tidak pakai argo. Kalau taksi ber-3 penumpang dan pakai argo, bisa sekitar 400 THB. Kita kemudian menuju Amarin Inn yang terletak di daerah Banglumpu. Jalan ke Amarin Inn masuk ke gang, jadi serasa anak kost
Biaya 1 malam 800 THB. Aku dan 1 temanku sekamar, jadi aku cuma menghabiskan @400 THB. Oya, no breakfast.
Setelah kami taruh barang, kami cari makan keluar. Saatnya makan malam.. Susah-susah gampang cari makanan halal. Kami menyusuri jalan ke arah kiri, mendekati semacam benteng atau bangunan (gambarnya nanti ku-post di postingan selanjutnya), lalu akhirnya kita temukan rumah makan India muslim
3 dari kami makan makanan Cina, dan kami bertiga yang muslim makan di sini.. Yang kami pesan 3 nasi putih, chicken soup, tom yam, dan martabak, 2 air mineral, 1 Coke. Cuma menghabiskan 175 THB. Murah meriah!!!
Anehnya, kok Tom Yam nya manis, sedangkan soup ayamnya asem (seperti sayur asem).. Ga terbalik?!
Nanti ada jawabannya di post selanjutnya ketika di Phuket..
Setelah kenyang, kita istirahat. Karena besok pagi kita mulai perjalanan sebenarnya.. Diawali dari Grand Palace. Dan sekitar jam 1 siang, kami akan terbang ke Phuket.
Baik.. ini dimulai dari tahun lalu, ketika salah seorang teman yang juga suka travel menemukan bahwa ada promo Air Asia ke Bangkok dan Phuket. Malam itu, kebetulan kami sama-sama sedang online. Dia menawarkan, dan aku pun senang menerimanya. Jadilah di-book tiket perjalanan ke Bangkok yang akan berjalan tanggal 8-13 Juli 2010, di tengahnya tanggal 9-11 Juli 2010 kita akan berada di Phuket dengan penerbangan dari Bangkok. Tiket PP Jakarta-Bangkok sekitar 698.000 IDR. Sedangkan Tiket PP Bangkok-Phuket sekitar 598 THB.
Menjelang keberangkatan ke Bangkok, aku benar-benar harus ekstra hati-hati agar jatah cutiku lebih dari 3 hari. Karena akan dibutuhkan 3 hari cuti untuk perjalanan ini. Belum lagi akan ada instalasi yang kukira akan dilaksanakan tanggal 11 Juli. Kalau instalasi ini jadi dilakukan, maka aku terancamtidak bisa ikut. Belum lagi masalah passportku yang ribet diperpanjang. Diperpanjang sebelum 6 bulan, ga boleh.. dan diperpanjang kurang dari 6 bulan menjelang expired tapi butuh cepat, digetok.. Dan alhamdullillah passport selesai walau dengan biaya lumayan, serta instalasi ga jadi dilakukan tanggal 11 Juli
Dengan beberapa catatan dan perkiraan budget yang kutakar dari rekapan informasi di milis, maka kubeli beberapa receh Bath sebanyak 5000 THB dengan kurs 1 THB 294 IDR. Mungkin agak nekad, karena perkiraanku sendiri uang yang habis akan senilai 6,800 THB
Aku masuk kerja setengah hari di tanggal 8, kemudian bertemu teman seperjalananku (yang juga teman kuliahku dulu) di halte Polda untuk naik bus DAMRI menuju Bandara Soekarno Hatta. Boarding 16.20 jadi kami berusaha jam 1 siang sudah naik bus. Ongkosnya 20,000 IDR. Sampai di bandara terminal 2D (Air Asia Internasional), kita berangkat ber-6; aku, temanku Shinta dan Maya, dan 2 orang teman Shinta (Mbak Lina, Mbak Hanna, dan suaminya Mbak Hanna ikut).
Catatan: jangan lupa bawa print out e-ticket, passport, dan NPWP untuk bebas fiskal. Dan usahakan tidak membawa cairan atau liquid > 100 ml, kecuali Anda rela meninggalkannya di bandara
Perjalanannya mulus, walau tadinya aku agak ragu dengan Air Asia karena rumor buruk tentangnya... Dan sampailah kami di Suvarnabhumi Airport pukul 19.45 lewat dikit. Ternyata perjalanan memakan waktu 3 jam. Kukira cuma 1 jam..
Catatan: Sesampai di bandara, setelah lewat imigrasi (dengan petugas imigrasinya yang agak aneh, bicara sendirian..
Kemudian, kita cari taksi yang bisa menampung 6 orang. Ternyata ada taksi semacam mini van, jadi cukup untuk kita ber-6. Taksi warna kuning-hijau dengan biaya 700 THB, tidak pakai argo. Kalau taksi ber-3 penumpang dan pakai argo, bisa sekitar 400 THB. Kita kemudian menuju Amarin Inn yang terletak di daerah Banglumpu. Jalan ke Amarin Inn masuk ke gang, jadi serasa anak kost
Setelah kami taruh barang, kami cari makan keluar. Saatnya makan malam.. Susah-susah gampang cari makanan halal. Kami menyusuri jalan ke arah kiri, mendekati semacam benteng atau bangunan (gambarnya nanti ku-post di postingan selanjutnya), lalu akhirnya kita temukan rumah makan India muslim
3 dari kami makan makanan Cina, dan kami bertiga yang muslim makan di sini.. Yang kami pesan 3 nasi putih, chicken soup, tom yam, dan martabak, 2 air mineral, 1 Coke. Cuma menghabiskan 175 THB. Murah meriah!!!
Setelah kenyang, kita istirahat. Karena besok pagi kita mulai perjalanan sebenarnya.. Diawali dari Grand Palace. Dan sekitar jam 1 siang, kami akan terbang ke Phuket.



No comments:
Post a Comment