Setelah kemarin mencicipi pasar tradisional Jatujak, kali ini kita mau merambah mall. Kabarnya barang di Thailand murah-murah, seperti halnya Singapura, ya dibanding dengan mall-mall di Indonesia.
Kita awali dengan Siam Paragon, mall yang terkenal di Thailand. Bentuknya kalau kubilang sedikit mirip Grand Indonesia. Dia bersebelahan atau berseberangan dengan Siam Center.
Tadinya kita kurang tau kalau ternyata Siam Paragon dekat dengan hotel kita. Jadi, awalnya kita masih naik BTS 20 THB dari Ratchathewi ke stasiun Siam Center, yang seperti exchange-nya stasiun-stasiun. Btw, ada kedai sushi yang enak lho.. namanya Sushi Bar di stasiun Siam. Murah meriah euy.. mantabs lah, buat isi perut dan menambah kesehatan.. Bagus buat bekal.
Kami berjalan dari Siam Center ke Siam Paragon dan sebaliknya, dan sempet juga mampir ke Crocs, sandal buaya darat yang terkenal itu. hehehe.. Ya.. aku beli yang murah saja dan enak dipakai. Kebetulan kakiku sakittt banget pakai sandal yang sekarang dari hari awal kita bepergian..
Walaupun lumayan memakai sandal baru, tapi ternyata akupun masih salah pilih bentuk. Bagian dalam kaki agak kosong, sehingga sakit-sakit juga setelah beberapa jauh berjalan..
Yah, sudah terbeli..
Oya, di sini juga aku ketemu satu tas yang dibeli oleh Mbak Lina dan Mbak Hanna, yaitu Ocean Pack, maap nyebut merek yah, hehe.. Ini semacam tas yang multiguna, terlebih berguna untuk rafting atau panjat. Karena bahannya tahan air dan ga mudah sobek. Temen-temenku beli di bandara Phuket sekitar 400-420 THB (kalo ga salah inget) untuk 10 liter. Dan di sini kenanya 450 THB. Sebel juga.. tapi kapan lagi bisa nemu tas kaya gini.. Bungkus...
Setelah cape, kita berusaha mencari jalan terdekat ke hotel, dan voila.. nemu! Akhirnya kita ga usa repot ke Ratchathewi dulu untuk ke Siam. Deket banget..
Malam itu kita berencana ke pasar tradisional lagi, tapi kali ini Suam Lum Night Bazaar. Pasar ini buka tiap malam, dan banyak banget pernak-pernik Thailand. Memang kalau mau berburu suvenir, yah di sini.. tapi ga rekomen deh kalau mau cari barang murah dan KW yah.. karena memang pangsa pasarnya buat oleh-oleh, bukan murni belanja..
Kita naik BTS ke stasiun Silom ke arah stasiun Sala Daeng. Yah kalo di Jakarta, kaya ke stasiun Dukuh Atas tapi naik kereta ke arah Tanah Abang.. hehehe. Tarifnya sekitar 20 THB. Lalu diteruskan naik MRT dari Silom ke stasiun Lumphini ke arah stasiun Bang Sue. Silom seperti exchange untuk ke stasiun MRT, jadi ga perlu jalan jauh, tinggal turun tangga, masuk deh ke stasiun MRT.
Tiketnya bukan serupa kartu, tapi koin hitam. Pembeliannya juga bisa dengan uang kertas, tapi uang pas, mungkin 5/10 THB juga. Yah.. setidaknya mesinnya menerima uang kertas, jadi ga repot menukar uang kertas dulu.
Setelah sampai di Suan Lum, tempatnya seperti pasar malam, lebih teratur daripada Jatujak yang semrawut dan bisa membuat nyasar..
Sebelum belanja, kita makan dulu.. ada makanan muslim, tapi cuma 1 kedai. Untung sempet beli sushi.. karena rasanya hmm... jauh lebih enak makanan Indonesia..
Nah, di sini, barulah aku belanja oleh-oleh..
- tas kotak kecil (11 buah 726 THB, yang berarti satunya 66 THB. Dari harga asli 120 THB. wew... aku berhasil!!! tapi memang si penjual mau menghabiskan dagangannya yg tinggal 11 buah)
- magnet (temanku membeli magnet-magnet, dan aku bantu nawar, sembari beli 1 magnet juga, dapetnya 50 THB, dari 100 THB)
- pajangan (juga begitu.. bantu temen sekaligus beli satu, dapet 70 THB, dari harga asli 100 THB)
- kaos (ini seru.. dari yang tadinya beli 6, lalu naik ke 8, lalu aku beli 4, jadi kita semua beli 1 lusin. harganya dari 100 THB jadi 80 THB/kaos)
Ha.. cape juga.. kita bersiap pulang, karena bentar lagi rangkaian MRT ditutup! Jam malamnya 22.30, sedangkan jam sudah 21.50. Kita lari-larian deh.. hehehe. Hm.. rencana esok selanjutnya, ke tempat patung Buddha Tidur..
Kita awali dengan Siam Paragon, mall yang terkenal di Thailand. Bentuknya kalau kubilang sedikit mirip Grand Indonesia. Dia bersebelahan atau berseberangan dengan Siam Center.
Tadinya kita kurang tau kalau ternyata Siam Paragon dekat dengan hotel kita. Jadi, awalnya kita masih naik BTS 20 THB dari Ratchathewi ke stasiun Siam Center, yang seperti exchange-nya stasiun-stasiun. Btw, ada kedai sushi yang enak lho.. namanya Sushi Bar di stasiun Siam. Murah meriah euy.. mantabs lah, buat isi perut dan menambah kesehatan.. Bagus buat bekal.
Kami berjalan dari Siam Center ke Siam Paragon dan sebaliknya, dan sempet juga mampir ke Crocs, sandal buaya darat yang terkenal itu. hehehe.. Ya.. aku beli yang murah saja dan enak dipakai. Kebetulan kakiku sakittt banget pakai sandal yang sekarang dari hari awal kita bepergian..
Walaupun lumayan memakai sandal baru, tapi ternyata akupun masih salah pilih bentuk. Bagian dalam kaki agak kosong, sehingga sakit-sakit juga setelah beberapa jauh berjalan..
Oya, di sini juga aku ketemu satu tas yang dibeli oleh Mbak Lina dan Mbak Hanna, yaitu Ocean Pack, maap nyebut merek yah, hehe.. Ini semacam tas yang multiguna, terlebih berguna untuk rafting atau panjat. Karena bahannya tahan air dan ga mudah sobek. Temen-temenku beli di bandara Phuket sekitar 400-420 THB (kalo ga salah inget) untuk 10 liter. Dan di sini kenanya 450 THB. Sebel juga.. tapi kapan lagi bisa nemu tas kaya gini.. Bungkus...
Setelah cape, kita berusaha mencari jalan terdekat ke hotel, dan voila.. nemu! Akhirnya kita ga usa repot ke Ratchathewi dulu untuk ke Siam. Deket banget..
Malam itu kita berencana ke pasar tradisional lagi, tapi kali ini Suam Lum Night Bazaar. Pasar ini buka tiap malam, dan banyak banget pernak-pernik Thailand. Memang kalau mau berburu suvenir, yah di sini.. tapi ga rekomen deh kalau mau cari barang murah dan KW yah.. karena memang pangsa pasarnya buat oleh-oleh, bukan murni belanja..
Kita naik BTS ke stasiun Silom ke arah stasiun Sala Daeng. Yah kalo di Jakarta, kaya ke stasiun Dukuh Atas tapi naik kereta ke arah Tanah Abang.. hehehe. Tarifnya sekitar 20 THB. Lalu diteruskan naik MRT dari Silom ke stasiun Lumphini ke arah stasiun Bang Sue. Silom seperti exchange untuk ke stasiun MRT, jadi ga perlu jalan jauh, tinggal turun tangga, masuk deh ke stasiun MRT.
Tiketnya bukan serupa kartu, tapi koin hitam. Pembeliannya juga bisa dengan uang kertas, tapi uang pas, mungkin 5/10 THB juga. Yah.. setidaknya mesinnya menerima uang kertas, jadi ga repot menukar uang kertas dulu.
Setelah sampai di Suan Lum, tempatnya seperti pasar malam, lebih teratur daripada Jatujak yang semrawut dan bisa membuat nyasar..
Sebelum belanja, kita makan dulu.. ada makanan muslim, tapi cuma 1 kedai. Untung sempet beli sushi.. karena rasanya hmm... jauh lebih enak makanan Indonesia..
Nah, di sini, barulah aku belanja oleh-oleh..
- tas kotak kecil (11 buah 726 THB, yang berarti satunya 66 THB. Dari harga asli 120 THB. wew... aku berhasil!!! tapi memang si penjual mau menghabiskan dagangannya yg tinggal 11 buah)
- magnet (temanku membeli magnet-magnet, dan aku bantu nawar, sembari beli 1 magnet juga, dapetnya 50 THB, dari 100 THB)
- pajangan (juga begitu.. bantu temen sekaligus beli satu, dapet 70 THB, dari harga asli 100 THB)
- kaos (ini seru.. dari yang tadinya beli 6, lalu naik ke 8, lalu aku beli 4, jadi kita semua beli 1 lusin. harganya dari 100 THB jadi 80 THB/kaos)
Ha.. cape juga.. kita bersiap pulang, karena bentar lagi rangkaian MRT ditutup! Jam malamnya 22.30, sedangkan jam sudah 21.50. Kita lari-larian deh.. hehehe. Hm.. rencana esok selanjutnya, ke tempat patung Buddha Tidur..









No comments:
Post a Comment