Pagi... kali ini kami berencana hanya menggunakan jasa Uda Ari hanya setengah hari.. karena setelah itu kami hanya akan berputar-putar di tengah kota, di sekitar Jam Gadang. Kata Uda Gusmal, kami bisa menyewa hanya setengah hari dengan harga Rp.250,000,- Lumayann...
Saat kami sudah sampai di tepi Danau Maninjau, kami agak bingung. Kenapa kami diantar cuma sampai kafe di sekitar Danau Maninjau.. Tapi ya sudahlah, kami tidak mau membahas, cuma menikmati pemandangan.
Saat kami sedang foto-foto, beberapa kali penjaga kafenya menyapa, "Silakan duduk.." Tadinya kami ragu, karena takutnya kami harus bayar kalau duduk. Ternyata... lebih dari itu. Ada kertas larangan pengunjung hanya berfoto-foto. Pengunjung harus juga makan/minum di sana untuk bisa menikmati pemandangan. Yaaaa.....
(Perjalanan kembali ke tengah kota)
Sayangnya perutku setelah dari sana mulai tidak beres. Bahkan hampir muntah begitu melewati banyak kelokan. Wah.. karena kondisi saya juga sudah ga menahan , kami memutuskan setelah itu cukup ke tempat oleh-oleh dan balik ke hotel. Tadinya kami sempat mau mampir ke Pandai Sikek, tempat kerajinan tenun.
Akhirnya, kami diantar ke tempat penjualan oleh-oleh Keripik Sanjai. Nama tokonya Sanjai Nitta. Kata Uda Ari, keripik di sini lebih enak daripada di toko-toko lain. (Tapi menurutku, tidak juga. Di tempat lain juga ada yang enak ) Kami beli sekitar 6 bungkus untuk di rumah dan untuk keluarga suamiku, total Rp.90,000.
Selama di jalan kembali ke hotel, kami sudah mencari-cari penginapan selanjutnya untuk 1 malam saja. Dan ternyata di Hotel Nikita (sebelah Hotel Kharisma) ada yang akan check out. Horree.. Kami dapat Suite Room Rp.410,000.
Kabarnya ada gulai itik yang enak di dekat Ngarai Sianok, yang tidak jauh dari Jam Gadang. Nah, kami berencana makan siang di sini Setelah kami istirahat sejenak di kamar baru, kami naik angkot ke Pasar Bawah no. 14 @Rp.2,000. Dari Pasar Bawah, kami bertanya-tanya ke orang sekitar bagaimana mencapai Ngarai Sianok. Setelah ditunjukkan jalan, kami berjalan sedikit, lalu kami naik angkot ke Ngarai Sianok no.12 @Rp.2,500. Angkot ini agak ngetem dan baru jalan kalau sudah penuh. Karena tujuannya ke arah kampung.
Setelah berjalan panas-panas, dan bertanya ke seseorang yang mengira kami turis, wkwk
Setelah kami kenyang dan sebentar menurunkan makanan, kami kembali mengitari Jam Gadang. Konon, ada makanan Nasi Kapau Uni Lis yang enak di Pasar Atas.
Jadi setelah kami naik angkot no.12, kami berjalan kaki dan bertanya-tanya ke sekitar, di mana Nasi Kapau Uni Lis. Setelah sampai, kami agak bingung, karena Uni Lis sendiri ibu-ibu tua yang sepertinya kurang mengerti selain bahasa Minang. Sedangkan kami juga tidak bisa bahasa Minang. Jadi kami asal menunjuk makanan yang kami mau. Kalau tidak ditunjuk, uni langsung memilih-milih banyak lauk dan dicampur ke bungkus nasi kami.
Karena bingung, kami hanya pilih rendang dan ayam sayur, dan sedikit sayuran.. Rp.36,000. Mahal juga..
Setelah itu, kami berfoto-foto di dekat Jam Gadang (yang kabarnya lebih bagus kalau foto diambil di malam hari..). Termasuk foto-foto di patung pahlawan depan gedung Bung Hatta.
Setelah puas, kami balik ke hotel, tidak menunggu malam. Dan makan malam kami adalah Nasi Kapau Uni Lis.
Umm.. sejauh yang kami rasa, pendapat kami sama.. Biasa saja. Kami masih lebih suka nasi padang yang kami beli pertama kali di RM Padang Simpang Raya di sekitar Jam Gadang.
Tidak terasa itu malam terakhir kami di Bukittinggi.. Dan memang betul kata orang, makanan daerah Sumatra Barat enakkk semua. Tapi siap-siap perut bergejolak karena hampir semuanya pakai santan dan bumbunya spicy..
Bahkan kami sangat suka sarapan di hotel, enak... dari nasi soto nya.. kue lupis, bubur ayam, lontong sayur, nyam nyam nyam...
Sampai jumpa lagi... high hill..












No comments:
Post a Comment