Monday, July 25, 2011

Hari Pertama Kami di "High-hill" (11/07/25)

waaa... rasanya sudah lama sekali ga menorehkan perjalanan yang aku tempuh (big grin) tahun lalu sempat menginjakkan kaki ke Shanghai.. (smug) tapi sayang, hampir sepenuh hari aku berkutat dengan menghadiri seminar. Hmm.. rasanya tidak seperti menempuh perjalanan. Penginapan yang tertata, acara yang terencana. Hah, jadi nanti-nanti saja menuliskannya (happy)
Perjalanan kali ini, hmm.. bukan menyenangkan, tapi membahagiakan, hehe.. Karena partner kali ini adalah suamiku (winking)
Mari kita mulai..

Diawali dengan pagi hari.. kami ke bandara. Kesalahan kecil membuat kami berbalik ke rumah lagi, cincinku dan jaket suami ketinggalan di rumah. Alhasil, karena kami takut terlambat sampai di bandara, kami naik taxi Blue Bird. Parahnya, di dompet kami cuma ada uang recehan. Hayah.. malu ga malu, kami membayar taxi Rp. 250,000,- dari Depok ke Bandara Soekarno Hatta dengan receh uang ribuan, wkwk... (hee hee)

Kami memilih L Air untuk keberangkatan ke Bukittinggi. Sayang.. tidak ada konsumsi yang tersedia dan kursinya kurang nyaman dibandingkan GI. Sesampainya di Bandara Internasional Padang, kami naik DAMRI @Rp.18,000,- Sebenarnya ini cara yang salah. (whew!) Seharusnya kami naik TRANEX saja, yang nanti ditransfer bus TRANEX juga di Minang Plaza tanpa harus bayar lagi. Daripada naik DAMRI, toh tujuannya ke Padang, dialihkan ke bus travel lain saat perjalanan ke Padang yang berbayar. Waktu itu akhirnya kami mengeluarkan @Rp.16.000 dari daerah Gasko ke arah Payakumbuh lalu turun di pertigaan sebelum pusat kota Bukit Tinggi.

Karena kelelahan dan tidak tahu arah, kamu memutuskan makan dulu. Saat itu sudah 15.30. Jadi, kami mencoba cari makan apa saja. Kami coba nasi goreng di kedai kecil, @Rp.12,000,- Alamaaakkk... enaknya.. (drooling) lumayan sekali untuk kadar nasi goreng pinggiran.. berbumbu sekali (thumbs up)

Setelah makan, kami coba bertanya ke Uda pemilik kedai. Ternyata kami tinggal perlu naik angkot warna kuning ke pom bensin (jl. Sudirman) ke arah jam gadang, dengan @Rp.2,000. Sebenarnya kami berencana ke hotel Pusako. Tapi setelah kami sampai ke jam gadang, kami bertanya-tanya ke penjaga sekeliling, mereka bilang hotel Pusako jauh. (on the phone) Kami coba ke hotel The Hills, hotel bintang 5 yang ada di Bukittinggi, ternyata kamar yang tersedia hanya ada untuk 1 malam. Lalu, kami membeli nasi padang (nasi, paru, rendang, dan kalau tidak salah dengan ayam sekitar Rp.24,000) di RM Simpang Raya, sambil bertanya ke Uni-nya tentang hotel Pusako. Ia pun bilang hotel itu jauh.. dan menyarankan ke Kharisma, Nikita, atau hotel di dekat pom bensin Jl. Sudirman. (dekat tempat tadi kami naik angkot dong.. (laughing) )

Hmm.. kami tidak lagi berusaha ke Hotel Pusako, walaupun kami sudah book kamar sebelumnya (toh ga bayar.. hehe (big grin) ). Setelah selesai membeli nasi padang untuk makan nanti malam, kami naik angkot no.14 ke Jl. Sudirman. Setelah kami sampai di pom bensin, kami menyeberang jalan dan menghampiri hotel Kharisma. Ternyata kami dapat kamar untuk 2 malam @Rp.455,000, alhamdullillah... (dancing) untuk 1 malam terakhir, kami akan cari hotel lain.

Ternyata, kamar dan fasilitasnya lumayan, rapi, bersih, dan luas. Kamar mandinya pun cukup baik. (thumbs up) Malam harinya ketika kami makan nasi padang tadi, kami rasa kami butuh sedikit sayur atau kuah. Jadi, kami pesan makanan soup ayam dan minuman wedang susu & teh hangat, sekitar Rp.39,000. Lumayan murah untuk ukuran makanan hotel (winking) Sembari memikirkan perjalanan esok hari, kami bingung ingin jalan-jalan dengan angkutan umum (yang relatif susah karena tempat-tempatnya cukup jauh dan kami buta arah) atau dengan sewa kendaraan. Setelah suami menanyakan ke temannya, didapatlah kontak driver dan sewa mobil. Bapak penyewa mobil itu namanya Pak Gusmal, dan kami dikenakan Rp.400,000/hari sudah termasuk driver dan bensin.

(yawn) Waktunya istirahat.. sampai besok berjalan-jalan ke Lembah Harau, Istana Pagaruyung, dan Danau Singkarak.. (big grin)

No comments: